Rabu, 29 Februari 2012

Kehilangan

Perasaanku, bagaikan api yang mengamuk.
Hatiku, bagaikan tangan yang terpasung.
Apakah ini hanya mimpi? Mengapa harus terjadi padaku?
Apa aku harus bertahan setegar batu karang?
Aku selalu mencoba tegar, namun hatiku selalu memberontak.
Aku ingin berteriak, memejamkan mata dan berharap aku bisa melupakan semua ketika aku membuka mata.Namun nyatanya tak bisa.
Setelah aku membuka mata, kenyataan itu semakin nyata di hadapanku.
DIA MENJAUHIKU!
Sungguh pahit kenyataan itu. Namun, aku akan mencoba menerima meskipun itu sangat SAKIT rasanya :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar