Sabtu, 06 Oktober 2012

Kamu?

Siapa mengerti aku? Siapa memahami aku? Kau terlihat memperhatikan setiap detail tingkah laku diriku. Kau terlihat mempedulikan hal yang aku lakukan setiap waktu. Namun kau berpura-pura untuk acuh dan tak mengetahui hal itu.

Melewatkan saat kau mencoba untuk menyapaku, lalu tersenyum. Sungguh sebenarnya aku tak mampu.
Melewatkan saat kau mencari dan mempedulikan aku, namun aku bersikap dingin dan beku.
Menyiksa, menyayat dan sangat melukai.

Ingin membuat dirimu nampak bodoh didepanku? Tingkahmu lucu. Tanpa kau bertindak bodoh dan konyol, aku tetap dan selalu memperhatikanmu. Walau tak setiap waktu.

Terkesan aku beku menyikapimu, acuh ketika kau menyapaku, dan dengan egoku, aku meninggalkanmu ketika kau menghampiriku. Sebenarnya aku tak mau terlihat bahwa aku mempunyai rasa terhadapmu. Aku memang ingin terlihat dingin, dan terkesan acuh saat berhadapan denganmu. Demi menutupi rasa malu telah memiliki perasaan random ini terhadapmu.

Namun kau adalah orang yang peka, perasa, dan peduli pada setiap keadaan. Kau mengetahui perasaanku, walau aku sudah berusaha menutupi sedemikian rapat hingga tak memungkinkan untuk dijamah orang lain.
Kau tersenyum saat kau sudah mengetahui perasaanmu terbalas.

Namun aku siapa? Pantaskah aku untuk memiliki rasa ini? Apakah kau memang pantas denganku? Siapa kamu? Apakah kamu akan tetap menjadi kamu yang dulu atau kamu yang baru?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar