Sabtu, 08 September 2012

Segala Pertanyaan Dalam Hati

hei teman, apakah kau menganggap keberadaanku?
apakah kau mampu mendengarkan detakan jantungku, dan merasakan hembusan nafasku?

hei teman, apakah kau menganggap hidupku ini berarti untuk kehidupanmu?
apakah kau peduli ketika aku merasa kesepian? apakah kau akan membangkitkanku disaatku terjatuh? apakah kau mau tersenyum, menyemangati dan menghiburku dikala aku sedang berputus asa?

hei teman, lihatlah pelangi yang muncul setelah hujan tiba? tahukah engkau? itulah dirimu, teman. kau seperti pelangi. kau begitu indah, namun keindahanmu cepat pudar. lalu menghilang. sama seperti kehadiranmu padaku. sekarang mampukah kau menjawab semua pertanyaanku tadi?

hei sahabat, apakah kau menganggap keberadaanku?
apakah kau mampu mendengar detak jantungku? apakah kau mampu merasakan hembusan nafasku?

hei sahabat, apakah kau menganggap hidupku ini berarti untuk kehidupanmu?
apakah kau peduli ketika aku merasa kesepian? apakah kau akan membangkitkanku disaatku terjatuh? apakah kau mau tersenyum, menyemangati, dan menghiburku dikala aku sedang berputus asa?

hei sahabat, tahukah engkau pada sebuah baja? benda itu begitu kuat, sekuat hatimu. benda itu begitu tegar, setegar dirimu. benda itu cukup tangguh. tangguh untuk menghadapi apapun yang ingin menyingkirkannya. ia mampu melindungi dengan ketangguhannya, mampu menopang dengan kekuatannya. itulah kau sahabat, kau ku ibaratkan sebagai baja!

temanku dan sahabatku, aku ingin tahu cara kalian masing-masing untuk mengenang sosok seperti 'aku', melindungiku, menghiburku, membangkitkanku, bahkan caramu mengikhlaskan dan menangisi kepergianku. apakah hal yang kalian rasakan ketika aku pergi meninggalkan kalian lebih dulu? apakah kau akan merindukanku, teman? apakah kau akan merindukanku, sahabatku? apakah kalian akan menangisiku ketika melepas kepergianku? apakah kalian akan menyebut namaku disetiap doamu?
apakah kau akan melupakanku begitu saja?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar