bolehkah aku menyentuhmu dengan cinta?
ah, tidak jadi. kau pasti tak mengizinkannya.
aku tak mampu lagi menahan amarah. aku gusar! semuanya menjadi satu dan berkecamuk dalam hati ini. tidakkah terlalu menyakitkan bila melihat seorang yang kau sayang bersama sosok lain yang tidak lain adalah kawanmu sendiri?
mengapa aku tetap hidup dalam posisi ketidak adilan dunia?
aku tersisih, terkucilkan, terabaikan, bahkan aku terbuang olehmu.
berat rasanya tertindih akan bayanganmu, bayangan kalian berdua, dan sekelebat bayangan masa lalu yang setidaknya pernah kita cicipi.
bukankah kau dulu pernah bilang hanya aku dan cukup aku yang selalu ada dalam bayang fikirmu?
dustamu semakin terkuak. kau hanya merangkai kata-kata seindah syair untuk membuatku meleleh olehmu.
ketika kau mulai melangkah meninggalkan aku, bayanganku, kisah kita, apa yang dapat aku lakukan? berteriak? aku tak mampu. suaraku tertahan, tak mampu berteriak memanggil dan memohon agar kau jangan meninggalkan aku.
apakah aku harus mengejar? kaki ini terasa kaku, tak mampu digerakkan.
perlahan aku mulai melupakan semua. tidak, bukan semua. hanya sebagian. hingga saat kau kembali hadir dalam hadapanku bersama dia. dia yang kini bersamamu dan mampu membuatmu tersenyum setiap waktu.
terkikis sudah perasaan sayang dan cinta yang dulu sangat melekat. perlahan-lahan, aku tahan rasa sakit itu. hingga akhirnya aku tak tahan, aku meronta! tak kuasa melihat apa yang ada di hadapanku sekarang.
apakah ini hanya layar proyeksi yang memang disengaja diciptakan oleh Tuhan untukku?
atau ini memang benar-benar nyata dan Tuhan ingin aku melihat kenyataan ini?
kini mataku terbuka, melihat sekeliling. ini bukanlah layar proyeksi, ini nyata. kau begitu nyata meninggalkanku, kembali ke hadapanku dengan membawa cinta yang baru, dan sangat nyata ketika aku menghampirimu dengan sentuhan cinta yang masih bertahan. kau melemparku, menghempaskan aku pada tanah. seperti sampah, aku sudah tidak terpakai, aku tak berguna, kau membuangku. hingga benar-benar terbuang serta harga diriku.
ketidak adilan dunia ini tetap melekat pada diriku.
lupakan, hilangkan, buang apapun tentangmu, kita, dan kalian.

yo nek ok :p
BalasHapushoo -0-
BalasHapus