Aku mencintaimu. Tanpa kamu mencintaiku.
Aku menantimu, tapi kamu tak peduli atas segala penatianku.
Jalanku dan jalanmu memang berbeda, tak pernah searah. Ya memang, kita tak di takdirkan untuk bersama. Kau selalu berada di arah berlawanan dimana aku berada.
Cinta yang aku beri, hanya kau balas dengan berbagai cacian dan sikap yang sesungguhnya tak pernah aku harapkan kehadirannya.
Bukankah aku bodoh ketika aku mempertahankan diriku dengan cintaku?
Aku memang bodoh, tapi aku bahagia dengan kebodohanku.
Lalu apakah kamu peduli dan iba dengan rasa bodohku? Kau memang peduli dengan kebodohanku, lalu menertawakannya. Kau bilang jika aku berada pada suatu organisasi untuk orang bodoh, akulah leader dari orang-orang bodoh itu.
Dengan ketegaanmu, kamu menyingkirkan aku. Aku tau aku bukan siapa-siapa untukmu dan di kehidupanmu.
Mungkin kita sama. Sama-sama manusia dengan status yang berbeda. Aku pencintamu, dan kamu berstatus sebagai orang yang aku cinta.
Kamu dan aku tak akan bersatu. Meskipun aku selalu berharap kamu dan aku akan saling menyayangi di suatu hari nanti, aku tau semua itu tak akan terjadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar