merindukanmu, sudah merupakan rutinitasku di setiap waktu. hanya saja aku diam, tak mampu berkutik, tak mampu mengungkap, tak mampu menunjukkan.
aku bungkam. disatu sisi aku ingin angkat bicara, disatu sisi lain aku malu untuk berbicara. bagiku, tak ada guna aku berbicara, kau saja tak pernah menghiraukan ucapanku.
bila aku datang padamu dengan rasa rinduku, acuhanmu lah yang aku dapat. dinginmu yang kau tunjukkan. sekali lagi aku hanya bisa membisu, dan meratapi.
terkadang aku berfikir apa yang harus aku lakukan jika aku merindukanmu lagi? haruskah aku bungkam untuk kesekian kali? atau aku harus menghubungimu? atau harus menghampirimu dan mengatakan 'aku merindukanmu'?
percuma saja aku datang dengan rinduku bila engkau hanya menyambut itu semua dengan dingin, acuh, lalu berlalu meninggalkan aku.
sebuah rindu tak terbalas, sekelumit sesak didalam hati, serangkaian luka terbentuk yang menyiksa batin, telah menemaniku saat rindu-rindu padamu hadir menyiksa. namun tetap ku nikmati itu semua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar