Dulu dan sekarang itu berbeda. Segalanya berbeda. Dari waktu, kisah yang terjadi, keadaan saat ini, hanya satu persamaannya, aku dan kalian lah tokoh utama dalam kisah ini.
Terkadang aku membenci waktu. Waktu membuat yang memaksamu, aku dan kalian, untuk berubah. Dan terkadang perubahan itu menyisakna tangis yang sulit dibendung.
Aku menyukai pertemuan dan perkenalan. Tapi aku juga membenci itu semua, karena aku yakin dibalik pertemuan pasti akan ada perpisahan. Lagi-lagi waktu yang menjadi sutradara dalam hal ini.
Setiap kali aku bersama kalian, aku senang, namun sekaligus sedih. Aku membayangkan bagaimana keadaannya jika aku dan kalian berpisah suatu hari nanti? Akankah keadaannya sama seperti saat ini? Tentu saja tidak! Disaat kita berpisah keadaan benar-benar sudah berbeda. Aku, kamu, dan kalian sudah tak bisa bertemu lagi setiap waktu. Dan hanya menjalani komunikasi beberapa kali saja. Tidak seperti dulu disaat kita benar-benar bersama dan bisa menghabiskan waktu bersama.
Lagi-lagi waktu. Waktu menuntut kita untuk mengikuti segala perubahan dari keadaan yang menuntut kita untuk 'berubah' juga.
Semakin dewasa, waktu kita untuk bercanda, menghabiskan waktu dengan bercerita, menonton film bersama, mengerjakan PR bersama, jalan-jalan saat liburan mulai berkurang.
Waktu itu berjalan terus. Aku menunggu, kapan kita, kalian dan aku, akan menghabiskan waktu bersama seperti saat kita pada usia-usia remaja?
Sekali lagi, waktu berperan disini. Waktu yang menentukan.
Aku hanya bisa menangisi keadaan. Disaat semuanya telah sirna, perubahan telah terjadi, sang waktu dengan enjoy nya tetap berjalan terus dengan cepat.
Merindukan yang dulu, ketika kita, kalian dan aku masih bisa menghabiskan waktu bersama-sama.
Aku mohon kebijakanmu Tuhan, untuk menjalankan sang waktu. Bawalah aku dan mereka pada masa depan yang bisa mempertemukan kami kembali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar