Jumat, 13 April 2012

Siksa Karena Rindu

rindu ini sungguh menyiksa. kau bisa kulihat dengan mata ini, senyuman yang bisa membuat hati ini melayang hingga langit ketujuh pun kini juga mampu menyiksa batinku. kau terlihat bahagia, tersenyum, tertawa, keceriaanmu membuatku iri. mengapa aku harus iri? ya! aku tak seharusnya iri. tetapi perasaan itu yang kurasa saat ini. aku tak bisa tertawa sepertimu, merasakan bahagia yang seharusnya bisa kita rasakan bersama. senyuman itu seharusnya untukku! namun sekarang senyuman itu kau beri kepada orang lain. hey! lihatlah aku. aku disini terksiksa. aku ingin sepertimu! tertawa lepas, ceria dihadapan orang yang aku sayang, serta tersenyum ketika engkau melihatmu. tetapi rasanya itu sulit. aku mengerti engkau tak pernah sudi melihatku. tatapan sinis itu selalu terlukis diwajah tampanmu. mengapa engkau bertingkah seperti itu? kau kira dengan seperti itu aku dapat merelakanmu pergi dan membencimu? TIDAK! bukalah matamu, rasakan batinmu. aku disini hanya mengharapkan senyumanmu. senyuman yang kau beri kepada orang lain saat ini dan bukan untukku. bodohnya aku tetap mengharapkan sesuatu yang maya. tak nyata, dan tak bisa menjadi kenyataan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar