Jumat, 13 April 2012

gundah

lagu cinta yang mengiringi kisah kita tak lagi indah di dengar. semua itu hanyalah menambah kekesalan dan kejengkelan belaka. tak lagi lagu cinta itu dapat mewarnai kisah kita berdua. semua hanya omong kosong. segala cemooh terlontar saat kita merajut kasih sudah tiada lagi. ya. kita sudah berpisah dan tak ada lagi kisah yang perlu dirajut maupun diperjuangkan. terkadang aku berfikir layakkah aku berharap hubungan ini akan kembali? MUNGKINKAH? ah! kurasa tidak. ku enyahkan semua bayangan konyol yang seharusnya tak aku fikirkan. aku beranjak dari tempat yang semula membuat kegundahanku semakin bertambah, aku melangkahkan kaki ke kamar mandi. aku basuh wajahku. kali ini aku benar-benar merasakan penat.
Tuhan, buat aku ceria kembali. hari-hariku terasa kelabu sejak kepergiannya. Yah walaupun aku mengerti itu semua adalah takdir darimu yang tak bisa ku hindari. Dan ini pasti yang terbaik untukku. Namun jujur saja, hati ini tak lagi berseri-seri dan ceria seperti sedia kala. setiap malam aku terjaga, menangis dan berdoa. aku tak mengerti mengapa aku tak bisa melupakan hal-hal indah yang seharusnya aku lupakan. jeritanku didalam doa yang aku panjatkan setiap malamnya memang mampu membuat hati ini lebih tenang. terkadang aku telah mampu melupakan sosok dirimu. namun terkadang pula engkau hadir dan menampakkan diri di hadapan mata ini. rasanya aku bahagia bisa melihatmu yang telah membuatku menangis selama ini dalam keadaan bahagia dan sehat, tetapi aku juga sedih karena engkau tak lagi bersamaku. ragamu telah jauh, aku tak bisa mendekapmu kembali dalam pelukan ini. masih terasa bagaimana hangatnya pelukmu dikala itu, aku merasa engkau benar-benar menyayangiku dan tak akan meninggalkanku. namun semua fikiran itu salah dan tak ada benarnya. bodohnya aku yang mudah terhanyut dalam kesenangan belaka dan tak memikirkan hal yang akan terjadi selanjutnya. AKU TERSAKITI! AKU JATUH! semuanya karena itu. ya, bodoh memang kelihatannya. aku pun merasa semua ini hanyalah tipuan dan omong kosong. diri ini begitu rapuh saat raga itu pergi menjauh dari pandangan mata ini, ingin ku mengejar dan meraihnya kembali, namun pantaskah aku mengejar semua itu? tak lagi ada harap untukku, dan tak lagi ada kesempatan yang berpihak kepadaku. sejuta kenangan maupun harapan yang tersirat difikiran ini rasanya membuat otakku pecah. aku tak lagi dapat berfikir jernih. saat aku lelah dan penat menghadapi masalah yang sempat membuatku depresi ini, rasanya aku ingin mengakhiri hidup. namun banyak yang berkata "hidup masih harus berlanjut walaupun tanpa hadirnya dia disisi kita" . hanya perkataan itu yang mampu menghilangkan fikiran dongkol dan bodoh. kini tak lagi aku memikirkan hal itu, walaupun terkadang ada sedikit keinginan untuk kembali bersamanya. namun aku sadar, keinginan hanya sebatas keinginan dan tak untuk jadi nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar