Bosan sekiranya dilanda kegalauan yang belum usai juga hingga detik ini.
Beruntunglah aku memiliki sahabat yang membuatku tersenyum dan merasa terhibur di sela-sela kegalauanku.
Entahlah detik-detik belakangan ini intensitas galau ku meningkat 30% .
Penyebab kegalauanku juga masih sama dan karena orang yang sama. Sudahlah, untuk kali ini aku tak mau berlarut-larut membicarakan kegalauan yang hampir selalu melandaku. Aku ingin menceritakan bagaimana sahabat-sahabatku.
Aku menyayangi mereka. Tentu saja sahabatku, orang yang selalu menemani hari-hariku dan selalu ada saat senang maupun susah.
Rasanya kalau sudah bersama sahabat itu nyaman dan susah untuk ingin berpisah. Kita bisa menjadi diri sendiri di depan mereka.
Mereka mengerti kita, menyayangi kita, peduli akan keadaan kita. Ah indahnya sebuah persahabatan. {}
Terkadang, persahabatan juga diwarnai dengan pertentangan. Tak hanya sebuah kesenangan yang selalu menjadi background sebuah persahabatan. Tapi, namanya juga sahabat pasti nanti bakal balik saling menyapa dan tertawa bersama lagi.
Sahabatku. Mereka mampu merasakan apa yang sedang aku rasa tanpa aku bercerita pada mereka. Mereka mampu melihatnya dari sorot mataku.
Aku pernah membaca sebuah quote dari novel ,"Semua orang mendengar apa yang kamu katakan. Teman memperhatikan apa yang kamu katakan. Teman terbaik memperhatikan apa yang tidak kamu katakan."
Nyatanya memang sahabat selalu tau apa yang kita rasa tanpa kita memberi tahu mereka terlebih dahulu.
Ini ada beberapa quote yang aku ambil dari Novel yang berjudul 'Surat Untukmu Sahabat' :
"Sahabat yang baik sulit untuk ditemukan, lebih sulit untuk ditinggalkan, dan tidak mungkin untuk dilupakan."
"Aku selalu terharu bila ada sahabatku yang terburu-buru mencuri waktu hanya untuk bertemu meski sekedar memelukku demi melepas rindu."
"Kasih sayang sahabat itu sama pentingnya dengan air putih karena tanpanya, hidupmu hanya akan bertahan 2X24jam."
"Apabila bumi menjadikan bunga sebagai tanda kebahagiaannya, aku akan menjadikanmu karena kamu adalah sahabatku."
"Saat semua terasa terhambat, hanya sahabat yang tidak pernah menyumbat. Mereka datang seperti obat yang selalu membuat hidup kembali bersemangat."
"Mata adalah jendela hati, tetapi hanya sahabat sejati yang mengerti apa yang sedang terjadi meski tersimpan jauh di dasar hati."
"Teman terbaik ada disaat yang paling sulit. Teman yang sulit menjadi baik, ada di saat yang tidak pernah sulit."
"Persababatan sejati bukan berarti tidak pernah diuji. Cobaan datang untuk meyakinkan bahwa kita telah bersama sahabat yang tepat."
"Persahabatan adalah anugerah yang tak tergantikan. Saudara belum tentu bisa menjadi sahabatmu, tetapi sahabatmu sudah pasti menjadi saudaramu."
"Sahabat itu seperti pelangi yang selalu dinanti karena hadirnya pasti menghiasi ruang hati."
"Persahabatan itu bukan dibina dari seberapa sering kamu bertemu, tetapi seberapa besar kamu peduli terhadap sahabatmu."
"Di dalam persahabatan itu kita saling melengkapi. Seperti pagi yang datang bersama matahari, seperti senja yang mewarnai langit dengan jingga, seperti malam yang selalu berhiaskan bintang."
Mereka, sahabatku, adalah orang-orang yang meberiku pelajaran, membantuku untuk menjadi seorang yang tegar dan dewasa, mereka tempatku membagi kisah hidup yang aku alami.
Untukmu sahabatku >> 7icons (litha, yukiko, hani, zastya, iga, muthi) , SixAsik (alfi, rena, dinda, oliv, della) , 3tomcat (merry, icha) , anak-anak S3CREAM's yang lain, juga teman satu organisasiku yang sudah menjadi sahabatku {{}}
Terima kasih untuk kalian yang telah membuat hariku lebih berwarna. I love you all ♥
Selasa, 30 Oktober 2012
Senin, 29 Oktober 2012
Galau Kalem
Galau itu sederhana. Yaitu ketika melihat kamu tertawa bahagia, namun bukan aku yang menyebabkan kamu tertawa. Melainkan 'dia'.
Mungkin bisa dibilang aku menjadi pecemburu berat ketika kamu berjarak dekat dengan 'dia'. Cemburu? Wajar. Karena aku tak rela melihat kamu bersama 'dia'. Walau sebenarnya aku tau, aku tak punya hak sedikitpun untuk cemburu pada kamu.
Tapi nyatanya disini aku cemburu. Aku memang bukan siapa-siapa, juga bukan bagian dari hidup kamu. Aku bukan orang yang special untuk kamu. Aku disini hanya menjadi figuran ketika kamu dan 'dia'lah yang menjadi pemeran utamanya.
Aku hanya sekedar lewat dalam kehidupanmu, tapi aku sudah sebegininya menyayangi kamu. Entah kamu mau menilai seberapa besar kadar kebodohanku, aku tidak peduli. Ini cintaku, untukmu, tanpa respon darimu.
Aku layaknya menyobek muka dan membuang harga diriku ketika mencoba untuk mendekatimu, orang yang jelas-jelas acuh terhadapku.
Namun dengan tanpa menggubriskan rasa malu, aku tetap mencoba mendekatimu dengan egoku.
Dan seperti apa yang sudah aku tebak dari awal, kamu tetap bahagia karena dia. Bukan aku. Sekalipun aku selalu mencoba membuatmu bahagia dan tersenyum. Dia yang berarti buatmu. Dia yang mampu menghiasi harimu dan mencerahkan duniamu.
Mungkin akan jadi kebahagiaan yang teramat sangat tanpa adanya aku yang mengusik kehidupanmu. Aku akan meninggalkanmu, demi kebahagianmu. Dan menjadi kesedihan tersendiri untukku.
Mungkin bisa dibilang aku menjadi pecemburu berat ketika kamu berjarak dekat dengan 'dia'. Cemburu? Wajar. Karena aku tak rela melihat kamu bersama 'dia'. Walau sebenarnya aku tau, aku tak punya hak sedikitpun untuk cemburu pada kamu.
Tapi nyatanya disini aku cemburu. Aku memang bukan siapa-siapa, juga bukan bagian dari hidup kamu. Aku bukan orang yang special untuk kamu. Aku disini hanya menjadi figuran ketika kamu dan 'dia'lah yang menjadi pemeran utamanya.
Aku hanya sekedar lewat dalam kehidupanmu, tapi aku sudah sebegininya menyayangi kamu. Entah kamu mau menilai seberapa besar kadar kebodohanku, aku tidak peduli. Ini cintaku, untukmu, tanpa respon darimu.
Aku layaknya menyobek muka dan membuang harga diriku ketika mencoba untuk mendekatimu, orang yang jelas-jelas acuh terhadapku.
Namun dengan tanpa menggubriskan rasa malu, aku tetap mencoba mendekatimu dengan egoku.
Dan seperti apa yang sudah aku tebak dari awal, kamu tetap bahagia karena dia. Bukan aku. Sekalipun aku selalu mencoba membuatmu bahagia dan tersenyum. Dia yang berarti buatmu. Dia yang mampu menghiasi harimu dan mencerahkan duniamu.
Mungkin akan jadi kebahagiaan yang teramat sangat tanpa adanya aku yang mengusik kehidupanmu. Aku akan meninggalkanmu, demi kebahagianmu. Dan menjadi kesedihan tersendiri untukku.
Jumat, 26 Oktober 2012
Pengagum Rahasia
Memandangmu dari jarak yang sekiranya tak mampu tersentuh olehmu.
Mencintai dalam diam. Mengagumi dalam persembunyian.
Membidik segala tingkah lakumu, dan setiap langkahmu sudah menjadi bagian rutinitasku.
Aku mulai terbiasa menjadi mata-mata dan pemburu segala hal tentangmu. Memang terlihat aku terlalu ambisius untuk mengetahui sesuatu tentangmu, terlebihnya ingin lebih dari seorang pengagum rahasia.
Setiap malamnya aku membuat berbagai macam rumpakan, prosa, serta coretan-coretan lainnya itu semua terinspirasi darimu. Ya, kamu.
Entah sampai kapan aku harus mengagumimu dengan cara terselubung. Aku takut untuk mengatakan padamu apa yang aku rasa sebenarnya.
Mungkin jika suatu hari Tuhan memberi waktu dan kesempatan yang sekiranya pantas untukku mencurahkan semua, aku akan mengatakan akulah wanita pengagummu dan ambisius terhadapmu.
Aku bahagia dengan caraku mengagumimu. Aku juga bahagia sebagai pengagum rahasiamu.
Aku yang selalu menyebut namamu disela doaku, aku yang selalu teringat padamu dan mengkhawatirkan keadaanmu disetiap waktunya.
Terasa mudah bagiku untuk menyimpan perasaanku. Namun sukar bagiku untuk menahan hasrat tuk mengikuti jejak-jejakmu.
Mencintai dalam diam. Mengagumi dalam persembunyian.
Membidik segala tingkah lakumu, dan setiap langkahmu sudah menjadi bagian rutinitasku.
Aku mulai terbiasa menjadi mata-mata dan pemburu segala hal tentangmu. Memang terlihat aku terlalu ambisius untuk mengetahui sesuatu tentangmu, terlebihnya ingin lebih dari seorang pengagum rahasia.
Setiap malamnya aku membuat berbagai macam rumpakan, prosa, serta coretan-coretan lainnya itu semua terinspirasi darimu. Ya, kamu.
Entah sampai kapan aku harus mengagumimu dengan cara terselubung. Aku takut untuk mengatakan padamu apa yang aku rasa sebenarnya.
Mungkin jika suatu hari Tuhan memberi waktu dan kesempatan yang sekiranya pantas untukku mencurahkan semua, aku akan mengatakan akulah wanita pengagummu dan ambisius terhadapmu.
Aku bahagia dengan caraku mengagumimu. Aku juga bahagia sebagai pengagum rahasiamu.
Aku yang selalu menyebut namamu disela doaku, aku yang selalu teringat padamu dan mengkhawatirkan keadaanmu disetiap waktunya.
Terasa mudah bagiku untuk menyimpan perasaanku. Namun sukar bagiku untuk menahan hasrat tuk mengikuti jejak-jejakmu.
Kenestapaan Jiwa
Bukan hanya sekedar cinta, namun apa saja yang aku persembahkan hanya kau pandang dengan sebelah mata.
Mungkin bagimu aku hanyalah sosok yang tak patut untuk dijamah, didekati, ataupun dipandang.
Bila saja engkau merasakan laranya hati ini ketika sikap acuhmu menyambutku..
Taukah kau bahwa aku disini merasakan kenestapaan? Tunggu, bagaimana kau bisa tau? Kau mau peduli saja tidak. Untuk sekedar melihatku kau tak mau.
Cinta darimu bagai fatamorgana. Nampak, namun begitu ku dekati semuanya sirna.
Aku teringat sebuah kenyataan yang telah menjadi pasal. Pasal itu berbunyi "Kau Sama Sekali Tak Mencintaiku dan Apa yang Ada Pada Diriku" .
Hanya ilusi semata jika kau benar-benar hadir dengan cinta dan selalu menyertaiku dengan senyumanmu.
Mungkin bagimu aku hanyalah sosok yang tak patut untuk dijamah, didekati, ataupun dipandang.
Bila saja engkau merasakan laranya hati ini ketika sikap acuhmu menyambutku..
Taukah kau bahwa aku disini merasakan kenestapaan? Tunggu, bagaimana kau bisa tau? Kau mau peduli saja tidak. Untuk sekedar melihatku kau tak mau.
Cinta darimu bagai fatamorgana. Nampak, namun begitu ku dekati semuanya sirna.
Aku teringat sebuah kenyataan yang telah menjadi pasal. Pasal itu berbunyi "Kau Sama Sekali Tak Mencintaiku dan Apa yang Ada Pada Diriku" .
Hanya ilusi semata jika kau benar-benar hadir dengan cinta dan selalu menyertaiku dengan senyumanmu.
Aku dan Kamu
Aku mencintaimu. Tanpa kamu mencintaiku.
Aku menantimu, tapi kamu tak peduli atas segala penatianku.
Jalanku dan jalanmu memang berbeda, tak pernah searah. Ya memang, kita tak di takdirkan untuk bersama. Kau selalu berada di arah berlawanan dimana aku berada.
Cinta yang aku beri, hanya kau balas dengan berbagai cacian dan sikap yang sesungguhnya tak pernah aku harapkan kehadirannya.
Bukankah aku bodoh ketika aku mempertahankan diriku dengan cintaku?
Aku memang bodoh, tapi aku bahagia dengan kebodohanku.
Lalu apakah kamu peduli dan iba dengan rasa bodohku? Kau memang peduli dengan kebodohanku, lalu menertawakannya. Kau bilang jika aku berada pada suatu organisasi untuk orang bodoh, akulah leader dari orang-orang bodoh itu.
Dengan ketegaanmu, kamu menyingkirkan aku. Aku tau aku bukan siapa-siapa untukmu dan di kehidupanmu.
Mungkin kita sama. Sama-sama manusia dengan status yang berbeda. Aku pencintamu, dan kamu berstatus sebagai orang yang aku cinta.
Kamu dan aku tak akan bersatu. Meskipun aku selalu berharap kamu dan aku akan saling menyayangi di suatu hari nanti, aku tau semua itu tak akan terjadi.
Aku menantimu, tapi kamu tak peduli atas segala penatianku.
Jalanku dan jalanmu memang berbeda, tak pernah searah. Ya memang, kita tak di takdirkan untuk bersama. Kau selalu berada di arah berlawanan dimana aku berada.
Cinta yang aku beri, hanya kau balas dengan berbagai cacian dan sikap yang sesungguhnya tak pernah aku harapkan kehadirannya.
Bukankah aku bodoh ketika aku mempertahankan diriku dengan cintaku?
Aku memang bodoh, tapi aku bahagia dengan kebodohanku.
Lalu apakah kamu peduli dan iba dengan rasa bodohku? Kau memang peduli dengan kebodohanku, lalu menertawakannya. Kau bilang jika aku berada pada suatu organisasi untuk orang bodoh, akulah leader dari orang-orang bodoh itu.
Dengan ketegaanmu, kamu menyingkirkan aku. Aku tau aku bukan siapa-siapa untukmu dan di kehidupanmu.
Mungkin kita sama. Sama-sama manusia dengan status yang berbeda. Aku pencintamu, dan kamu berstatus sebagai orang yang aku cinta.
Kamu dan aku tak akan bersatu. Meskipun aku selalu berharap kamu dan aku akan saling menyayangi di suatu hari nanti, aku tau semua itu tak akan terjadi.
Langganan:
Postingan (Atom)
